Sabtu, 31 Juli 2010

POTRET MALAM MINGGU KELABU

Rutinitas baru beberapa bulan belakangan ini, main game keroyokan (ma2, pa2, dan akyu anak satu2nya saat ini). Kalau udah begini, kami anak beranak kompak banget. Malah gak seru kalau mainnya sendiri-sendiri. Yah tapi berapa lama sih betahnya? Dua jam tiga jam juga udah bosan. Terusss… Hello, malam masih panjang, masak narik selimut sih! Kuurungkan niatku itu, malu pada mata yang belum mengantuk. Entah mengapa besok di hari minggu, aku malah seneng MASUK KERJA (hal yang tidak biasa). Ada apa? Bukan kejar setoran euyyyy… berusaha berdamai dengan kenyataan, kenyataan dari pada aku sendirian di rumah?! Hahahhaa….

Entah mengapa aktivitas baca novel menjadi tidak menarik malam ini, tidak ampuh mengusir rasa bosan yang akhirnya membawa temannya rasa malas, lalu rasa malas jua membawa ponakannya rasa kesal (hanya rasa senang saja yang tidak hadir membawa saudara-saudaranya menyapa diriku). Lalu semua rasa bercampur jadi satu, menjadi POTRET MALAM MINGGU KELABU.

Sempat sebentar menyapa kawan lama di YM, sebentar saja, karena aku tahu semua orang akan sibuk dengan malam minggunya masing-masing.

obie adawiyah: Awak tu tak malming?
ayi: tak
ayi: DOSA
ayi: kakakakakkakaka
obie adawiyah: Tu apelah bwt?
obie adawiyah: Ngango je?
ayi: iye la...
ayi: ada ide ak harus napain?
obie adawiyah: Pertanyaan paling sulit dari matematika.

Itu lah percakapan yang tidak penting di malam ini. Dan tulisan ini juga sama tidak pentingnya. Nyamuk yang menggangu juga tidak penting.


NEGERI 5 MENARA













Alhamdulilah kelar juga baca buku ini. Mengingatkan lima tahun yang lalu pernah merasakan kehidupan di pondok selama tiga tahun.
Sepertinya telat sekali saya membaca buku ini, buku yang saya baca adalah cetakan ke-7, sementara cetakan pertama sudah ada sejak tahun 2009 silam. Waduh kemana saja saya??


BJ Habibie
“Novel yang berkisah tentang generasi muda bangsa ini penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimism untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insane yang handal. Andaikan banyak anak bangsa yang mempunyai kesempatan dan pengalaman seperti mereka akan beruntunglah bangsa Indonesia dalam mewujudkan masa depannya yang maju dan sejahtera yang disegani dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain.”


Andy Noya
“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka-teki. Buku ini sarat dengan vitamin jiwa kita.”








Helvy Tiana Rosa
“Novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. Akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. Berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.”




Emha Ainun Nadjib
“Masyarakat dunia, khususnya Indonesia, sedang mengolah kekayaan alam, kreativitas pengetahuan dan invensi sera inovasi teknologi menjadi sampah kebudayaan, kekonyolan mental, kebinalan moral dan kekerdilan kemanusiaan. Fuadi melakukan yang sebaliknya: dengan bukunya ini ia mengolah sampah-sampah masa silam kehidupannya menjadi emas permata masa depan . apa itu gerangan? Bagi siapa pun yang mengerti emas permata nilai-nilai kehidupan, mereka tidak memerlukan saya menjelaskannya. Dan bagi yang tidak pernah belajar, sia-sia saya menjelaskannya.”


Indah Azlina
“Setelah baca buku ini, pertama yang paling diingat dan terkenang adalah mandi subuh-subuh (dingin menusuk hingga ketulang), ngantrik makan (Di pondok tempat saya dulu, tidak ada kuponnya, jadi kurang tertib. Hahahhaa… semoga pengurus pondok yang sudah baca buku ini, jadi terinspirasi), Rotan dan penggaris besi (saya sering masuk dalam daftar jasus gara-gara jarang berbahasa. Pengalaman suram). Loh kok jadi cerita sendiri, sih!
Pokoknya novel ini memberikan inspirasi yang luar biasa deras, menghalalkan mimpi secara jor-joran dan amat ekstrim. Mari bermimpi, dan wujudkan dengan usaha, doa lalu bertawakal.


Judul Buku : Negeri 5 Menara
Penulis : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia
Jumlah Halaman : 432 Halaman
Harga : Rp.50.000

Penikmat Ice Cream


Ice cream, dari namanya saja terbayang sejuta kelezatannya. Setuju???? Saya setuju. Menyampingkan segala opini tentang es krim sebagai biang keladi penyebab kegemukan atau obesitas, membuat makanan semi padat ini semakin nikmat dilidah.

Mulai hari ini dan beberapa hari kedepan, saya akan sangat puas menikmati makanan ini. Mama yang baru pulang dari Malaysia baru saja membelikan es krim 3 box buat saya. Tentu saja hanya buat saya, adik bontot saya kan sedang kuliah di Jogja, dan kakak saya bekerja di Tj. Pinang. Saya jadi anak satu-satunya dan penikmat ice cream satu-satunya di rumah. Hahahahhaaa.... (penguasa kulkas).


Buat saya banyak manfaat di balik kelezatan makanan yang satu ini. Begitulah beberapa sumber yang saya baca dan sempat saya copas. Tapi yang langsung berasa manfaatnya ketika makanan ini saya nikmati dengan sepenuh jiwa raga (slalu lebay), mampu memberi rasa nyaman dan rileks saat mengkonsumsinya.

Manfaat Ice Cream :

1. Kandungan kalsium pada ice cream bermanfaat untuk menjaga kepadatan massa tulang, pencegahan osteoporosis, kanker, serta hipertensi.

2. Bergizi tinggi dan tidak membuat gemuk.
Ice cream memang mengandung lemak, terutama lemak jenuh. Hal itu menyebabkan banyak orang menghindari ice cream karena takut gemuk. Padahal, kontribusi energi ice cream per takaran saji (satu cangkir) hanya sekitar 10% dari total kebutuhan energi dan kontribusi lemaknya sekitar 15% dari total kebutuhan lemak per hari. Jumlah tersebut termasuk kecil, sehingga kurang pas jika ice cream dituduh sebagai biang keladi penyebab kegemukan atau obesitas.

3. Tak Menyebabkan Pilek
Ice cream bukan penyebab batuk pilek. Sebab, ketika masuk ke mulut, ice cream dengan segera akan meleleh. Pelelehan ice cream dengan cepat dipacu oleh pengaruh suhu tubuh, sehingga saat ice cream masuk ke kerongkongan suhunya sudah tidak sedingin air es.

4. Antitumor dan HIV
25%-30% kandungan ice cream adalah susu. Susu tersusun dari Laktoferin, yang memiliki peran sebagai zat pertahanan tubuh non-spesifik terhadap patogen. Laktoferin juga memiliki aktivitas Antiviral, terutama terhadap cytomegalovirus, influenza, dan HIV.

Enjoying ice cream. Jangan takut, semua ada manfaat baik dan buruk, intinya jangan berlebihan. (Tiga box ice cream berlebihan tidak ya???)

Sumber 1

Kamis, 29 Juli 2010

MIE LENDIR


Baru tahu bahwa kuliner yang satu ini merupakan makanan khas melayu dari postingan seorang temanku, Ira di FBnya. Selama ini taunya cuma makan saja. Dari namanya kedengaran menjijikan, tapi sepanjang sepengetahuan saya mencicipi makanan ini, rasanya maknyussss. Bahkan menurut saya yang berlidah melayu, Mie ini lebih sedap dari pada spaghetti. kuahnya kan lendir-lendir juga tu. Bagi pecinta menu Mie Lendir, kenikmatan rasa justru berasal dari kuah kacangnya yang berlendir itu, gurih dan sedikit manis.
Selain dari kuahnya, selebihnya hanya biasa saja. Mie dan tauge yang direbus, telur bulat, irisan cabe hijau, taburan irisan daun sop dan bawang goreng.

Di Batam sendiri, untuk mendapatkan Mie Lendir tidak sulit. Dihampir setiap pasar pagi tersedian. Ada beberapa yang menjadi tempat favorite saya, diantaranya di pasar Sei Harapan, di pasar Penuin, di pasar Tiban Center, dan terakhir yang saya temui dan menjadi langganan, di pasar Legenda karena tidak terlalu jauh dari rumah.
Kalau di luar Batam, saya pernah beberapa kali mencicipinya di tanjung pinang, tepatnya disebelah hotel furia. Kuliner ini enak dinikmati bersama Teh O. Harganya juga tidak mahal, berkisar Rp. 6.000, - Rp. 8.000,- / porsi.

Selasa, 27 Juli 2010

Mahkota Medical Centre


Hari ini my mom operasi di Hospital Mahkota Malaka. Ada yang harus di angkat di rahimnya. Jadi ingin ngebahas rumah sakit yang sudah sangat-sangat familiar di telinga warga Batam khususnya. Dulu pertama kali kesana gara-gara ma2 mengidap penyakit sesak nafas yang tak kunjung sembuh. Hampir setiap malam batuk-batuk, padahal segala upaya berobat dan makan obat rutin sudah dilakukan. Kasihan kalau sesak nafasnya kambuh, bisa semalaman gak tidur. Sampai akhirnya ada yang menganjurkan berobat di Hospital Malaka. Awalnya sebulan sekali berangkat, lalu enam bulan sekali, lalu sesekali cukup by phone dengan dokter sana. Alhamdulilah tidur malam udah gak batuk-batuk lagi dan sesak nafasnya jarang kambuh.
Nah sekarang kalau kesana udah kayak menjelajahi negeri sendiri saja. Bahkan kata pepatah, sambil menyelam minum air, sambil berobat jual kain. Hahahhaa... bukan jualan di sana, tapi beli kain di sana jual di Batam. Ibu2 yang kreatif sekali my mom itu. Dari situ mulai terlihat jiwa dagangnya. Btw, sekarang saja pergi operasi sendirian, cuma ditemani salah satu family yang menetap di sana.


Kalau ada yang mau berobat di Hospital Malaka atau sekedar check up, ini beberapa informasinya :

1. Pelabuhan Internasional Fery Batam Centre – Pelabuhan Fery Situlang Laut Johor
• Transportasi : Kapal Fery
• Lama Perjalanan : 2 Jam
• Tiket Fery PP : Rp 370.000,-

2. Pelabuhan Fery Stulang Laut Johor – Terminal Bus Johor (Larkhin)
• Transportasi : Taxi
• Lama Perjalanan : 15 menit
• Ongkos Taxi : ± RM 15

3. Terminal Bus Johor (Larkhin) – Terminal Bus Malaka (Centra Malaka)
• Transportasi : Bus
• Lama Perjalanan : 3.5 – 4 jam
• Tiket Bus : RM 17 s.d RM 20

4. Terminal Bus Malaka (Centra Malaka) – Mahkota Medical Centre (MMC)
• Transportasi : Taxi
• Lama Perjalanan : 15 mnt
• Ongkos Taxi : ± RM 15

Untuk penginapan, di MMC juga tersedia. Tapi aku tidak suka menginap disana jika sedang berobat. Suasana rumah sakit gitu loh!

Di sekitar kawasan MMC banyak penginapan-penginapan kelas melati yang lebih murah namun nyaman dan bersih. Mereka juga menyediakan supir. Dari mulut supir tersbut aku mengetahui bahwa dari supir taxi sampai pemilik usaha penginapan di kawasan MMC sangat bergantung pada orang Indonesia. Nah, Loh! Supir itu bilang, Orang Indonesia lah yang memberi mereka makan. Benar saja, beberapa kali kunjungan di MMC itu, rata-rata yang terlihat warga kita juga. Sesekali terdengar logat padang, kadang-kadang juga terdengar guyonan orang jawa. Walau suster or dokternya orang bule, india, atau cina, mereka rata-rata mengerti bahasa kita. Jadi lucu, kalau di negara kita terkadang lowongan pekerjaan sering mengutamakan yang bisa bahasa inggris, kalau di MMC pekerjanya harus mengerti bahasa Indonesia kali ya. Hehehehehe...
Aku sendiri pernah merasakan fasilitas dan pelayanan yang baik dari Dokter dan perawat-perawat sana. Dulu waktu SMA pernah di diagnosa kena usus buntu dan harus operasi segera. Seumur hidup belum pernah operasi, jadi kalimat itu mampu menegakkan seluruh bulu kudukku. Takuuuttt... masih gak yakin aja mesti operasi. Kalaupun harus operasi, aku mintanya di Malaka. Maaf saja, rasa kepecayaan terhadap Institusi Rumah Sakit di negeri tercinta ini sudah berkurang. Tak mau ambil resiko yang berhubungan dengan nyawa. Ketika ke MMC dan melakukan pengecekan, ternyata buka kena usus buntu, tetapi ada gejala batu ginjal, dan bisa disembuhkan dengan minum obat dan air putih saja. Wah tidak terbayangkan jika kemarin harus operasi, kasihan isi perutku diobok-obok.

Lalu pernah juga mengidap sakit pinggang dari umurku belum genap 20 tahun. Untuk sekedar sakit pinggang, demam, sakit gigi, sakit kepala, sampai putus cinta, (yg terakhir itu guyonan doank!) tak perlu lah sampai kenegeri orang. Tak seburuk itu hilangnya kepercayaan kepada dokter-dokter kita yang terhormat itu. Dulu sekali pernah ikut terapi beberapa kali. Nah kurang dari setahun yang lalu, ketika umurku sudah di tasa 20 tahun, aku muali mengeluh sakit pinggang itu lagi. Sebenarnya kemarin-kemarin sering sakit jg, tapi berusaha menyepelekan. Waktu cek disalah satu rumah sakit swasta ternama di Batam, aku diharuskan memakai korset tulang sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Dikepalaku, korset itu seperti yang emak-emak punya kalau mau pakai baju kebaya. Tapi ternyata, itu korset benar-benar sekeras tulang. Harganya pun hampir menginjak angka 3.5 juta. Wow! Kesehatan itu mahal sekali, kawan!

Gak mau puas di satu dokter, aku kembali berlayar ke Malaysia. Namun kali ini tidak di MMC, saat itu tidak punya waktu banyak untuk melanjutkan perjalanan ke Malaka. Aku berobat di Hospital Pakar Johor. Di sana lagi-lagi aku menemukan pelayanan dan fasilitas yang sangat baik. Tidak perlu menunggu dokter (seperti yang sering aku lakukan untuk memeriksa gigi ketika kecil). Sebentar saja mengantri, namaku sudah di panggil. Aku menyodorkan hasil rontgen di rumah sakit sebelumya, lalu beliau melakukan sedikit pemeriksaan dan bertanya silsilah sakit ini muncul. Tau apa yang dikatakan? tulang belakang aku memang sudah tidak lurus dari lahir, jadi tidak bisa diluruskan walau dengan memakai korset tulang itu. Yang menyebabkan sering sakit adalah karena salah duduk dan tidur saja. Jika dari sekarang itu tidak diperbaiki, tua nanti rasa sakit itu lebih parah. Lalu beliau mencontohkan cara duduk yang benar, dan menganjurkan untuk selalu berenang atau nge-gym.

Keep your health, Kawan ^_^

Sabtu, 17 Juli 2010

PUISI RINDU

Dear my beloved,
Kualamatkan rindu ini padamu melalui kata demi kata tak berujung, juga salam dari hatiku yang tak dapat diucap oleh bibir. Tak dapat kuingkat rasa rindu ini, karena penantian terlalu panjang. Tapi biarkan semua kembali pada masanya, aku ingin ketika masa itu tiba, rindu bergugur ditanah gembur dan menjadikannya tetap bersemi dilahan hati yang terpupuk kasih tak berkesudahan.

Kualamatkan rindu ini padamu melalui kata tak berujung. Aku ingin mengungkap cinta, tapi semakin sulit diuraikan. Ternyata cinta ini terlalu besar bersarang dihatiku, tak dapat aku menjadikannya kalimat yang dapat kau mengerti. Aku terlalu mencintaimu seperti ombak yang memecah pantai. Deruannya begitu semarak ditelinga, tapi tetap manis dan cantik buat seorang pencinta sepertiku.

Kualamatkan rindu ini padamu melalui kata tak berujung. Aku ingin kau tahu cinta ini teramat menguasai hatiku. Terkadang sakit jika aku merindumu yang hanya dijawab oleh suara tak bertubuh yang disampaikan angin malam hari. Cinta ini menjadi pengebom semangat tercangih buat hidupku, tapi terkadang meluluhlantakkan jiwa ketika aku tak dapat menyentuhmu secara nyata.

Kualamatkan rindu ini padamu melalui kata tak berujung. Aku ingin ketika bintang diselimuti kabut gelap, kau tetap ada menyinari hidupku seperti semangat matahari yang menguasai bumu. Aku ingin ketika matahari mulai tenggelam, kau tetap bersinar cantik seperti bulan yang menyejukkan. Aku ingin ketika bulan terlihat tak sempurna, kau tetap sempurna dengan gaya ketidaksempurnaanmu.

Kualamatkan rindu ini padamu melalui kata tak berujung, hingga nafas terhembus menyatu yang menjadikan seiya sekata, yang menjadikan angan menjadi nyata, dan emosi terselimut kalah oleh cinta.

Aku teramat mencintaimu
Jiwa ini merindu jiwamu
Dan nafas ini memburu namamu,
**** ***** ** ******, here I miss you, makes lips smiling by itself.

Coretan : Indah Azlina

S U N T U K


SUNTUK! buruk sekali kata itu. Seolah aku menjadi manusia yang kekurangan aktivitas. yah sekali-kali boleh lah! suntuk dengan kerjaan yang saban hari itu-itu mulu. tapi akhir-akhir ini kata suntuk hampir saban hari keluar dari mulutku. ketika kerja, ketika dirumah, ketika weekend (seperti saat ini). Ditambah dengan suasana rumah yang kosong melompong, hanya terdengan suara cicak. OMG, lama2 bisa STRESS.

Jam 12 setelah mam siang, sok-sok mikir mw kemana, secara tw betul mw ke mana di Batam kalo sendirian? pasti ngerasa kayak orang bego yang tak bersosialisasi sehingga tidak punya kawan. hahahaaa...
Ting!!! akhirnya dapat ide. di Batam Center lagi ada pameran Batam Internasional Horti Fest. Pa2 Ma2 udah kesana, pulang-pulang bawa sayur mayur, buah-buahan dan bunga. gak salah untuk dicoba.
Hemmm lumayan cuci mata liat yang ijo-ijo. udah muterin tu stand ampe gempor karena bawa ransel dengan muatan penuh (lebay). Cukup menarik. itu aja komentarnya. trusss binggung lagi mw kemana, masak pulang sih! baru juga satu jam keluar. ampe rumah pasti suntuk lagi. Untunglah dekat dengan mall. huff mall lagi mall lagi, ujung-ujungnya ke mall juga. Ya gpp la, kepikiran mw beli kasut (mencari alasan untuk pembenaran ke mall). tapi gak nemu yang murah, lagi gak niat belanja yang mahal-mahal, secara tanggal berapa niy. gak ada budget buat belanja lagi. hehehehehee... ilmu perhitungan mendadak muncul.
Nah, binggung lagi deh niy mw kemana. akhirnya mampir ke Black Canyon Coffee. Mesen minuman coklat, terus buka laptop dan menuangkan khayalan2. Begini lebih nyaman buat aku dari pada harus muter-muter gak jelas.

Rabu, 14 Juli 2010

RUJAK BUAH di SIMPANG RUJAK


Sore kemarin diajak temen makan rujuk. langsung ngangguk gak pake nolak, apalagi make sok mikir2. Ihhhhhh rujak itu enak banget tau! ngebayanginnya aja udah mampu menstimulasi pangkal lidah mengeluarkan air liur. slup slup sluuuppppppppppppp!!!

Dikotaku ada tempat yang ngejual rujak "sepanjang kenangan" (sangking berderet2nya yang jual), nama tempatnya SIMPANG RUJAK. catet, SIMPANG RUJAK. jadi kalau maen keBatam, mampir kesini. Rasakan Rujaknya yang nendang banget. terbukti pengunjungnya yang selalu rame, jadi maklum kalau mesti ngantri. tapi itu semua terbayar setelah ngerasain rujak yang enak ini. sampe-sampe, bus pariwisata juga sering mampir di simpang rujak ini. heheheee... turis doyan rujak juga ya?!Rata Penuh
Nah kebiasaan aku kalau mesan rujak. selalu minus Nanas dan timun, banyakin jambu batunya, sambalnya minta pedasnya yang sedang. trus kacangnya itu loh, gigit banget. bikin tambah nikmat walau ditusukan terakhir. Harganya cuma Rp. 6.000,-/Porsi, cocok jadi Tempat wisata rakyat yang murah meriah.

Selasa, 13 Juli 2010

Dwilogi Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas

Yang jelas Andrea Hirata membuatku jatuh cinta pada novel2nya. dwilogi yg sangat inspiring, kocak dan membakar semangat! tak rugi jika membelinya. RECOMMENDED!!!

Membaca novel ini, Aku serasa diajak berkelana ke tempat Ikal dan kawan-kawannya berada, merasakan emosi setiap tokohnya. Tengok saja perjuangan si Enong, gadis miskin tapi kaya dengan cita-cita, semangat serta luapan kebaikan yang senantiasa meletup-letup.
Ia tak punya mentalitas menyerah. Walaupun harus menjadi pendulang timah perempuan pertama ketika masih kecil, meninggalkan bangku sekolah, dan cita-citanya, Enong sosok yang paling SPEKTAKULER. Aku jatuh cinta juga pada tokoh ciptaan Andrea Hirata ini. Tokoh yang di bikin tidak terlihat sempurna, tapi ngebacanya jadi seolah-olah tokoh itu sempurna sebagai manusia.

“Berikan aku pelajaran yang paling sulit sekalipun, Boi. Aku akan belajar.”

(Cinta di Dalam Gelas. Hlm. 102)

Good job Andrea Hirata. Kekonyolan-kekonyolanmu dalam menceritakan (Zamzami, Pamanda, Yamuna, Detektif M. Nur, Jose Rizal, Orang melayu, Kopi, Catur, A Ling dll ) meninggalkan jejak cerita yang penuh pembelajaran hidup.

DETAIL BUKU
Judul : Dwilogi Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Kategori : Romance

Senin, 12 Juli 2010

BINTAN LAGOON RESORT

Ini kunjunganku kedua ke Bintan Lagoon Resort (BLR) setelah tahun 2009 silam. Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Batu Ampar - Batam pada hari Jum’at ketika jam kerja usai, dengan ongkos sekali jalan Rp. 40.000 menggunakan kapal ferry. Kira-kira menempuh perjalanan lamanya 1 jam. Menginap satu malam di Tj. Pinang sebelum pagi-pagi sekali sudah berangkat ke BLR.

Untuk mencapai kawasan BLR, Kita menyewa kendaraan di Tanjung Pinang, ibu kota Kabupaten Bintan. Jarak tempuh perjalanan sepanjang 60 kilometer, melalui darat, mencapai satu setengah jam sampai dua jam. Sepanjang jalan tak ada yang Istimewa buat mataku. Hanya sedikit mual karena jalan yang berliku-liku. Terlihat juga dari kejauhan Gunung Bintan (Aku tak pernah kesana, tapi lain waktu ingin menginjaknya).

Lokasi BLR sangat exclusive seperti mau masuk ke negara lain saja, berasa tidak seperti di negara sendiri kalau satpamnya bukan orang Indonesia. Kita melewati dua pintu gerbang Security Check. Lolos dipintu gerbang pertama belum tentu lolos dipintu gerbang kedua. Dikunjungan pertama, kita sempat menunggu hingga 30 menit di security check kedua. Sempat berfikir kenapa sulit sekali bisa memasuki kawasan BLR ini? Kalaupun harus bayar seperti memasuki tempat-tempat wisata lainnya, tapi tidak ada loket pembelian tiket. Apa mungkin yang boleh masuk kawasan itu hanya yang menginap saja? Mungkin. Aku tak tahu juga. Yang jelas, aku dan teman-teman bisa masuk karena ada kenalan yang bekerja di kawasan pantai.

Memasuki kawasan BCL, terhampar pemandangan indah nan mempesonan, menawarkan dua lapangan golf 18-hole yang terkenal di seluruh dunia yang dirancang oleh Jack Nicklaus dan Ian Baker-Finch. Dan aku telah melihatnya, lapangan golf yang katanya terkenal diseluruh dunia itu. Spektakuler.

Benar saja, tidak ada wisatawan lokal yang kami temui di dalam BLR. Aku dan teman-temanpun dikira wisatawan dari negeri Jiran karena menggunakan tutup kepala.

Seperti kunjungan pertama, kita menghabiskan waktu dipantai. Keindahan pantai Bintan Lagoon Resort di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, tak kalah dengan Pantai Kuta, Bali, atau Pantai Pangandaran di Jawa Barat (Katanya, karena sampai saat ini aku belum pernah kesana. Semoga suatu saat nanti). Garis pantai landai dan panjang, sementara hamparan pasir putihnya melengkapi keindahan laut yang membiru.

Aku mulai mengerti mengapa kawasan ini tidak diperuntukkan bebas untuk warga lokal. Ternyata oh ternyata, wisatawan asing yang berjemur berpasang-pasangan (Wanita - pria, Homo, Lesbi), semua terpampang jelas dengan busana super mini. Tak jarang kata temanku yang berkerja disana, jika musim liburan (tentunya musim liburan dinegara mereka) wisatawan asing itu berjemur tanpa menggunakan benang sehelai pun. Wah, ini bukan budaya negeriku. Jadi diclose saja pembahasan ini, karena kalau mau dibahas dengan narasumber temanku itu, bisa sepanjang jalan kenangan. Heheheee...

BLR terkesan demikian eksklusif, seolah diperuntukkan bagi turis dan pengunjung yang berkocek tebal. Tarif kamar dan jasa kegiatan wisata di tempat itu ditetapkan berdasarkan mata uang dollar Singapura. Bahkan, makanan dan minuman pun demikian. Tarif kamar hotel, bila dikonversi, mencapai jutaan rupiah per malam. Sampai-sampai kita dipesan oleh temanku itu untuk membawa makanan dan cemilan dari luar, jika tidak ingin kelaparan. Sangking muahaaallnya.

Untuk mencoba tantangan wisata yang ada, ini beberapa harga yang aku dapat langsung dari pekerja disana.
ATV Motor : ± SGD 120, sekitar Rp. 780.000,
Banana Boat : ± SGD 15/ person, sekitar Rp. 487.500,-/ 5 orang untuk 15 menit.
Jetski : ± SGD 80/ jam, sekitar Rp. 520.000,-
Selain itu juga ada Flaying Fish, Snorkling, Kayak, dan lain sebagainya. Beberapa permainan ini berhasil aku coba dengan bayaran sangat-sangat murah. Cemilan yang kami bawa banyak-banyak tadi, menjadi penyumbatnya. Yah walaupun tidak dapat berlama-lama, tapi sangat menyenangkan hati ini.

Setelah sore menjelang, kita pun berkemas-kemas untuk pulang, membawa sejuta cerita di BLR.


Sabtu, 03 Juli 2010

LIBURAN SEKOLAH ERIN

Beberapa bulan belakangan ini, rutinitas yang aku jalanin berada dititik "sama" yang akhirnya menghasilkan kesepakatan "membosankan". Pagi-pagi sekali keluar rumah jam 06.30 (melewati rute yang sama setiap pagi) menuju kantor. pulang jam 16.00 (paling cepat) masih melewati rute yang sama lagi dengan rute pergi tadi pagi. setiap hari kerja begini, Rumah - Kantor - Rumah. Sampai-sampai waktu mau ngantarin mama ke rumah saudara, aku melewati rute kekantor. refleks aja, udah kebiasaan gitu, taunya kalau keluar ya ke kantor. akhirnya harus muter yang lumayan jauh.
Kalau weekend, dua hari di rumah aja kalau anak-anak gazebo (temen2 yg paling nyambung) gak ada yang ngajakin jalan. ya tidur, makan, sesekali bantuin kerjaan rumah (kalo mood). sumpah aktivitas begitu bikin jenuh, dan sadar banget kalau lama-lama begini bisa jadi orang sangat-sangat pemalas.
dirumah tu juga sepiiiiii banget, kakak dan adek udah melalang buana ke kota lain, jadi gak ada temen berantem dan rebutan remot tv lagi.
Nah, weekend ini ada yang beda. adek sepupu (Erin) lagi liburan sekolah, dan berkunjung kerumahku. jangan pikir dia dari luar kota atau daerah mana gitu, jarak rumahnya kerumah aku gak nyampe 20 menit juga nyampe. hehehheee... tapi dia udah seminggu nginep dirumah. jadi ada temenya. walaupun dari hari senin-jumat aku tinggal kerja. Kasian banget ya, habis pulang kerja juga udah capek, malas kemana-mana(udah terbiasa dengan rute Rumah-Kantor-Rumah. tapi sempet juga ngajak nonton waktu pulang kerja lebih awal. Eh kaget ternyata Tu bocah baru kali ini nonton di 21, ya kaget donk aku. secara dia bukan anak desa, tp kok gak pernah pergi nonton. ya udah tu tiket perdana di simpan buat kenang-kenangan. Nah, tadi kita sempat jalan, tetep rutenya kantor dulu, ada urusan kecil. habis tu binggung mau kemana, secara gak pernah tu teman jalan sama bocah kelas 5 sd (baru naik kelas).
Ajakin aja keGramedia. hahahaa... jadi aku yang refresing, ngubek-ngubek novel. Erinnya malah jenuh nungguin aku lama banget. trusss ngeliat mukanya udah suntuk, baru nawarin dia beli peralatan sekolah baru. ceneng deh tu anak.
sebelum pulang sempet mampir dirak buku keterampilan tangan. ngelantai lagi deh disitu, aku doyan sih ngeliat cara-cara bikin kerajinan gitu (gak pernah praktek, lain kali mungkin). Eh ada yang lucu, erin nya juga tertarik, jadi aku pikir lumayan buat ngisi liburan dia di rumah. ada cara buat kerajinan dari kertas koran. aku ikutan semangat niy! beli bahan yang nggak ada dirumah. trus pulang. nyampe hum, dengan semangat 45, kita coba tu bikin, berbekal dengan ingatan baca buku tadi (gak dibeli) hehehee..., eh cuma bertahan 1 jam doank. trus bosen deh! tu keterampilan juga kagak jadi. yang jadi malah serak-serak, trus kita tinggal maen game.

Terakhir, kenalan yuk sama Erin. hahahhaa... kebalik ya, harusnya dari tadi.
Namanya Erin, lengkapnya Erin puspita dewi. tinggi badan 163 (selisih 8 cm sama aku). ukuran sepatu 40 (selisih 4 cm sama aku). Baru menyelesaikan bangku kelas 4 SD nya dengan rangkin 17. Semua angka fantastic. Disekolah paling tinggi, kalau jalan sama aku juga tinggian dia. hikss... bagian ini di close. kesalahan ada pada dia yang ketinggian. ini penting, untuk membunuh rasa minder karena angka yang stag di 155.

Jumat, 02 Juli 2010

Lomba Menulis Cerpen Remaja (LMCR) 2010

Lomba Menulis Cerpen Remaja (LMCR) 2010

Pengen ikut. Pasang niat. mengalahkan rasa PD yang sangat buruk pada kemampuan diri sendiri. Go...Bismilah

Kamis, 01 Juli 2010

Oh, Novel



Wihhh, ternyata sudah penuh buku-buku itu tersusun dirak (99% Novel). kurang tau juga waktu tanggal dan hari yang tepat kapan aku memutuskan untuk mengkoleksi buku-buku itu. semua mengalir begitu saja, sampai akhirnya aku putuskan dan tetapkan inilah "Hobby ku", baca + koleksi Novel. Dulu waktu zamannya isi-isi diary teman, atau ditanya orang tentang Hobi bahkan ketika wawancara kerja, aku suka binggung untuk menetapkan Hobi. nah sekaang sudah ditemukan Hobi ku. hehehehee....

Harusnya itu buku lebih banyak, tapi banyak yang hilang. kebanyakan siy di pinjem untuk jadi hak milik. aku sendiri gak pernah ingat siapa-siapa yang minjem. nah kalo sekarang ada yang mau minjem, aku jadi sering rada pelit. Maaf ya, habis buku-buku ku banyak yang gak balik. beberapa diantaranya dari sekian banyak, Laskar Pelangi dan Cintapucino. duuuhhh siapa ya yang pinjem, aku tak pernah berhasil mengingatnya.

Buku yang aku punya kebanyakan didapet dengan beli pas lagi discount besar-besaran (kebanyakan buku lama dan gak laku, tapi kalau pinter dan teliti milih, ada juga yang bagus kok!). ngejar-ngeja sampai waiting list pernah juga. dikasi teman ada la beberapa kali, waktu ulang tahun dan ada juga dikasih temen karna tu novel dari pacarnya yang sekarang udah jadi mantan, jadi tu novel dikasi aku. untung sekali bukan... hehehee...

Tanah Air Beta


Semalam nonton Tanah Air Beta sama adek sepupu. ceritnaya dikemas sederhana tapi menarik. Sinema ini menceritakan kisah seorang ibu bernama Tatiana dan sang buah hati, Merry yang hidup di sebuah kamp pengungsian di Kupang, Nusa Tenggara Timur.Keduanya berjuang menjalani kehidupan yg keras dan serba susah , di bawah bayang kerinduan Mauro-kakak Merry-yg masih tertinggal di Timor Leste dan bertahun-tahun hidup terpisah dari mereka.
Tatiana mengajar di sekolah darurat di kamp pengungsian bersama ratusan ribu orang pengungsi lainnya.
Merry juga bersekolah di tempat itu bersama Carlo seorang anak laki-laki yang sangat jail dan suka menggangu Merry, itu dikarenakan Carlo ingin sekali mempunyai seorang adik dan merasakan kembali cinta kasih keluarga.
Nah, menurut saya, si carlo lah tokoh yang paling unik. dialognya bersama merry yang paling saya ingat, "kulit ku sudah hitam, tambah hitam lah!" hahhaaa... aku sempotan tertawa, apalagi dengan gaya bahasanya yang Timor banget, asing ditelinga melayu ku. Ups salah, ternyata dia bukan hitam, tapi hitam sekaliiii.....

Beta subilang film ini mantap... 2 Thumbs Up !

Jenis Film :Drama
Produser :Ari Sihasale
Produksi :Alenia Pictures