Jumat, 15 April 2011

I Like Friday, this my day ^_

Waaa tanpa terasa udah ulang tahun lagi, waktu terasa cepat banget berlalu. Saya menghitung kembali tahun-tahun yang telah dilalui di dunia, Upss ternyata sudah cukup dewasa (meminimalisir kata tuir).

Hari ini ada doa yang special, sebenarnya setiap doa itu special. Tapi ini paling special. Datangnya dari kedua orang tua saya. mereka khusus memberi doa untuk segera menemukan jodoh. Padahal tahun-tahun sebelumnya gak pernah tu. Jadi kaget sendiri ampe melek. Coz waktu baca sms dari orang tua, saya masih setengah sadar dan tidak.

Saat berulang tahun seperti ini, hal-hal yang sifatnya lebih personal muncul. Mungkin semua orang akan begitu, termasuk saya. Seperti menjadi orang yang lebih baik, berprestasi, lebih perhatian terhadap lingkungan, lebih konsen meraih cita dan cinta, dan masih banyak lagi, yang lainnya, bla bla bla blaaa *sangking banyaknya.

Hari ini, saat untuk mensyukuri betapa berharganya diri saya (terlepas dari banyaknya juga kekurangan yang ada) saya Ingin mensyukuri semua hal yang telah terjadi. Semua hal yang menimpa saya yang justru membuat saya sedikit mengerti bahwa bencana pun tidak ada yang sia-sia.

Thanks Allah untuk kejadian-kejadian dalam hidupku
Syukron Mama & Papa untuk setiap kebahagian. dan maaf atas air mata yang pernah menetes gara-gara anak cantikmu ini :)
Terimakasih teman yang menjadikan hari ini lebih hidup.
Selengkapnya...

Jumat, 08 April 2011

I hate Friday

Yah sebenarnya tidak benar-benar benci. Tapi kali ini berasa dunia bersekongkol bikin saya dongkol.

Pertama, kondisi badan sedang gak fit. Sakitnya juga borongan. Dari sakit kepala, flu, pilek, ampe sakit gigi. Sakitnya bisa dua kali lipat secara lagi gak dekat dengan orang tua. Kalo sakit kan enakannya di manja. Apa-apa tinggal bilang, dikasi deh! Hehehee... itu sih waktu kecil.

Kedua, Hari ini rapat perdana dikantor baru dan saya ditunjuk jadi notulen rapat. What??? Seperti pernah denger kata itu jaman bahulak waktu kuliah. Secara dikantor lama dulu rapat gak pake notulen2an. Jadilah saya grogi bin keki dan hasilnya gagu.
Lupakan notulen2an, karna saya berhasil membuka rapat dengan kalimat kurang dari satu menit dan sedikit tertawaan disudut ruangan. Ralat. Seluruh ruangan tepatnya. Lupakan suara berisik yang menertawakan saya, sekarang konsen pada rapat. Menit-menit pertama profesi sebagai notulen saya jalani dengan serius dan sak sama, selanjutnya anda bisa bayangkan. Ayo bayangkan apa? Kalau saya sedang membayangkan enaknya duduk di pojok ruangan. Dasar PBTT (Pegawai Baru Tidak Teladan). Soalnya mau bagaimana, satu dan lain halnya adalah saya sedang pilek, hasilnya sukses bikin gak nyaman dan grasak grusuk ngucek-ngucek idung depan peserta rapat, pasti jelek banget tu.

Ketiga, Karna itu rapat perdana, ya saya kurang tau biasa berapa jam lamanya. Tapi sudah dapat bocoran dari bisik-bisik tetangga. Katanya sampai jam 5 (rapat dimulai pukul. 14.20). waw.... angka itu berhasil mengobrak abrik schedule yang sudah saya atur dengan konsentrasi tingkat tinggi. Padahal sebelum berangkat kantor tadi pagi, saya sudah mengschedule kan akan pulang tanggo dan langsung kepelabuhan (balik kampung *batam) karna sudah ada acara yang sedang menanti. Kita sebut acara A. Keesokan harinya dari pagi sampai malam juga ada acara lain. Kita sebut acara B. Sebenarnya acara B itu mengambil waktu acara A bersama teman-teman saya yang lain. Tapi saya ingin menghadiri kedua2nya. Makanya saya kondisikanlah sebaik mungkin. Back to topick. Saya melirik jam, dan sudah jam lima kurang, tapi belum juga selesai. Acara A sepertinya ada kemungkinan untuk gagal, coz saya pulang jam 4 saja itu sudah ketinggalan, apalagi jam lima.

Keempat, sampai diBatam dan ternyata acara A memang dibatalkan oleh panitia secara mendadak. Kabar selanjutnya muncul, acara B pun digagalkan secara sepihak. Hiksss wikeend ini saya memang disuruh untuk beristirahat dan perbaikan gizi.
Selengkapnya...

Senin, 04 April 2011

Hiasan Jam pada Blog

Karna saya punya jam baru dan baru belajar juga, gak salah rasayan jadi postingan hari ini, buat teman-teman blogger lainnya yang baru belajar kayak saya dan ingin blognya sedikit cantik.
Cekidot


Silahkan klik link berikut --> http://www.clocklink.com

Jika sudah berada pada situs tersebut, Silahkan anda melihat-lihat dulu model dari jam yang tersedia, yaitu mulai dari Analog, Animal, Animation, Count Down & Up, Dark Backgrounds dll

Jika sudah menemukan model jam yang anda sukai, klik tulisan View HTML tag yang berada di bawah jam yang disukai

Klik tombol yang bertuliskan Accept

Pilih waktu yang sesuai dengan tempat anda di samping tulisan TimeZone. Contoh : untuk indonesia bagian barat pilih GMT +7:00. Atau bisa juga setting melalui klik “Select by City”

Set ukuran jam yang anda sukai di samping tulisan size

Copy kode HTML yang di berikan pada tempat yang anda inginkan = Tambah Gadget – HTML/JavaScrip – Paste - Simpan

Selesai (Sumber Kolom Tutorial - Pasang Jam)
Selengkapnya...

Minggu, 03 April 2011

Help... help... help

Saya butuh bantuan. To the point saja, saya sangat-sangat membutuhkan bantuan. Segera atau otak saya akan membeku. Hufff lagi-lagi ingin mengeluh, tak baik sebenarnya tapi di dunia maya ini baik dan tidak itu beda tipis kan?!
Kembali ketopik awal. Belum ada topik in…, owh ya tadinya mau to the point malah kemana-mana.

Tadi sempat belanja bulanan sendirian di Ramayana (Disinyalir ini mall satu-satunya di Tanjung Pinang). Tau apa yang saya lihat? Sebuah toko buku, tidak bisa dibilang kecil, tapi jelas tidak besar. Yupiiiiiii senangnya. Sudah sebulan saya gak main-main di toko buku. Kalau dibatam saya doyannya digramedia. Hal usil yang paling doyan saya lakukan adalah ngebuka bungkusan plastik kalau buku yang bikin tertarik gak bisa diintip dulu. Trus bungkusannya saya selipin di pinggiran-pinggiran rak. Hahahhaaa…

Tapi saya kecewa, maaf saya harus katakana, tu toko buku gak up to date banget *khusus novel-novelnya. Terpaksa saya balik kanan dan kembali keniat awal belanja bulanan. Tadinya sempat lupa belanja waktu ngeliat tu toko.

Yah… saya butuh sekali rekomendasi novel-novel bagus. Secara disini masih lingkungan baru dan krisis mendekati kritis teman, saya rasa novel menjadi tempat pelipur lara yang tepat. Saya suka jenis-jenis novel petualang, roman, apalagi mengandung nilai spirit. Beberapa karya yang bikin saya jatuh cinta itu karyanya Tere – Liye, Alberthiene Endah, Icha Rahmanti, Andrea Hirata, Habiburrahman El Shirazy. Saya takjub dengan isi kepala mereka, ingin rasanya bisa merampok. Hahahaaaa… hati-hati ya.

Sekalian tempat belanja onlinenya juga. Kalau bisa yang koleksi bukunya emang lengkap, jadi sekali mendayung, 4-5 buku masuk keranjang.
Selengkapnya...

Sabtu, 02 April 2011

Owh Wakil Rakyat...

Saya memang tidak terlalu mengerti urusan politik, juga tidak mengerti hitung-hitungan harga material untuk pembangunan suatu gedung. Tapi apa pantas om dan tante membangun gedung baru melihat masih banyak rakyat yang tinggal dijalanan, masih banyak anak terlantar yang harusnya dilindungi oleh Negara, masih banyak susahnya rakyat kita om…

“Gedung 36 lantai itu nantinya dengan luas 157 meter persegi senilai Rp1,38 triliun. Diperkirakan dengan dana tersebut, satu ruang yang akan menampung 6-7 anggota dewan akan menghabiskan dana Rp800 juta.” Sumber : Koran, internet, tv

Walaaa… satu ruang aja sampe nelan dana Rp. 800 juta (kaget ampe nganga g’ nutup-nutup). Kalau buat bangun rumah para korban gempa dan tsunami di Mentawai, bisa dapat banyak gileeee tu.


Rakyat tentunya tidak keberatan bahwa lembaga negara seperti DPR memiliki gedung yang representatif. Hanya saja jauh lebih penting adalah persoalan fungsionalitas dari ruangan yang dimiliki para anggota DPR. Lagian kenapa dengan gedung sekarang? Paling butuh perawatan gedung yang jauh lebih kecil. Toh belum bocor kan? Gak sampe kebanjiran juga kan? Apalagi ampe dimakan rayap. Kelihatan masih kokoh. Lalu kenapa? apa mau pake alasan jaman batu lagi, untuk meningkatkan kinerja para anggota dewan. Saya rasa tidak ada relevansi antar kinerja dengan gedung yang masih kokoh itu.

Huff… sebenarnya saya malas juga ngebahas soal beginian, tapi ini curhat beneran deh. Udah terlalu miris beberapa hari ini dengar kabar duit rakyat Rp. 1,38 triliun itu mau dibuat gedung baru DPR. Mereka kan tinggal dijakarta, dijakarta itu selain banyak orang miskinnya, juga masih banyak fasilitas umum yang perlu diperbaiki. Ditambah masalah banjir yang sepertinya gak surut-surut. Jadi ingat beberapa bulan yang lalu pernah main ke Jakarta dan kejebak banjir hampir sepinggang (curhat lagi).

Yah, saya tau, jeritan ini dan rakyat lainnya diluar sana hanya akan masuk dalam tong sampah. Ibaratnya, Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.
Selengkapnya...

Jumat, 01 April 2011

Sebulan sudah.....

Tak terasa sudah satu bulan saya berada ditempat yang baru. Mau mereview sedikit perubahan yang terjadi, yang sedikit itu ternyata mampu membuat saya jumpalitan guling-guling. Pertama saya baru menyadari bahwa saya perempuan yang mengalami kesulitan dalam beradaptasi, salah satu kata yang tepat menggambarkannya, “gak gaul”. Yah mungkin, bagaimana tidak?! Sudah sebulan saya berkerja ditempat yang baru ini, saya masih belum bisa berbaur dan bergaul ala saya sebenarnya. Saya masih kelihatan pendiam dan senyum seadanya (mendekati senyum marmut). Hellooo… sebenarnya saya kan ribut dan hobi banget ngakak. Sepertinya saya telat menyadari ini, pada peradaban awal masa kuliah dulu, sepertinya saya juga mengalami hal yang sama. Pada waktu memasuki dunia kerja juga gak jauh beda. Owh no, saya tambah guling-gulingan menyadari krisis cara beradaptasi yang baik dan benar ini.

Kedua, saya mendelete semua tips, trik dan menu diet yang masih tersisa di dalam kepala saya. Dan ini sukses 100%. Saya makan apa yang bisa dimakan. Gak kenal waktu lagi. Kalau sebelum ini saya mengusahakan makan malam maksimal jam 7, sekarang tiada batas. Mau gimana lagi coba, kalau makanannya baru ada jam 9 malam, masak saya nolak?! Tambah gemuk donk?! Harusnya iya, tapi ternyata baru seminggu saya terdampar di Tanjung Pinang ini, berat badan saya turun hingga 3 kilo. Gak tau kenapa saya malah jadi takut, padahal itu angka yang saya kejar setahun belakangan. Dan susahnya juga ampe jumpalitan guling-guling. Lah, bagus dong sekarang udah turun 3 kilo?! Tidak, saya merasa ini ada yang salah. Truss ditambah dengan siklus “tamu” saya yang datang telat seminggu. Hufff… dengan berat hati saya harus menyimpulkan sepertinya saya mengalami stress tingkat medium.

Ketiga, tangan saya mulai berkerja. Tidak hanya diatas keyboard. Sekarang sudah meliputi didalam ember cucian baju, didalam wastafel, dibatang penyapu, ganggang setrikaan, dan sebentar lagi mungkin di penggorengan (kompornya masih nginep ditoko).

Keempat, saya selalu kangen Batam, kota kelahiran saya. Walaupun sudah pintar banjir, sudah pintar semraut, sudah pinter gaya “rambut” ala plontos yang bikin panas. Tapi tetap pinter bikin saya selalu ingin pulang. Dalam sebulan ini saya pulang sudah 3 kali. Harusnya 4, tapi diminggu ke-3 gantian orang tua saya yang datang menghampiri anaknya meniti kehidupan baru disini. Dibatam ngapain aja emangnya?! Mmm… (sambil memukul-mukul kepala dengan ujung ibu jari, berfikir). Selain perbaikan gizi dan bertemu orang tua, selain itu yang gak kalah pentingnya yaitu temu kangen dengan kamar, tempat tidur, dan novel-novel plus lemari-lemarinya (berancang-ancang akan diboyong). Yah, saya tidak kemana-mana, didalam rumah sudah mampu merontokkan sisa-sisa kejengkelan saya jika cucian menumpuk. Heheheeee…

Lepas dari itu semua, saya mengerti bahwa mandiri itu tidak hanya selalu berarti bisa membeli sendiri apa yang dibutuhkan dan diinginkan (dulu saya merasa seperti itu), masih tidak salah buat saya, mungkin sekarang ditambah, mandiri itu Bisa mengurus diri dan barang-barang yang dimiliki. (termasuk ember beserta setumpuk isiannya).
Selengkapnya...